Imbas dari Ketidakadilan…part1

Tahukah anda, Dimana saya berdiri sekarang ya ini adalah Jakarta kota yang amat terkenal diseantero indonesia ya tentulah jakarta terkenal di seantero negeri orang ibukota negara berada disini. Ya saya salah seorang karyawan diperusahaan swasta karena ga boleh sebut merek ya sebut saja X hehehe. Mungkin banyak dari anda mengira hidup dijakarta itu enak. Tapi ya memang seperti itu semua ada dsini hehehe. Tapi kota yang memang dari dulu dibentuk untuk menjadi ibukota negara ini tidak hanya menyimpan sebuah cerita. Ya sebuah cerita dimana cerita tersebut tersebar sampai seantero bumi. Berita-berita mengenai korupsi hampir terjadi setiap hari dan kasus demi kasus silih berganti tanpa ada kejelasan yang pasti mengenai kasus tersebut.  Hampir 2 tahun djakarta aku mulai jadi seorang pengamat bukan pengamat politik ataupun pengamat lainnya. Tapi aku mulai jadi pengamat kehidupan. Aku mengamati lingkungan sekitarku lingkungan yang terkenal diseluruh dunia sebagai lingkungan terkorup ya walaupun bukan sebagai nomer satu terkorup tapi jakarta termasuk dalam sepuluh besar kota terkorup. Ya disini aku mengamati jalannya proses jalannya sebuah proses yang sangat kotor. Untunglah aku bukan orang yang terlibat didalamnya aku hanya sebagai pengamat. Asal anda tahu gimana cara berbisnis di jakarta itu sama kotornya dengan berbisnis judi. Aku tidak tahu apakah hal seperti ini di sahKan oleh agamaku. Mungkin Anda melihat kagum bila seorang memiliki mobil karena kerja di jakarta. Tapi anda tidak mungkin tahu darimana mobil tersebut didapat. Ato mungkin anda liat tentangga anda naik haji sekeluarga secara bersamaan padahal notabeneny dia hanya bekerja biasa. Ato anda melihat saudara ato tetangga anda di desa gonta-ganti mobil tanpa perlu pikir panjang. Ya semua itu memang bisa didapat dengan mudah di Jakarta. Jangan pernah berfikir orang yang taat akan ibadah dan mungkin dari kalangan organisasi islam tidak melakukan apa yang namanya korupsi. Di Jakarta semua orang gila akan kedudukan, gila akan Harta dan benda. Mereka tidak pernah berfikir darimana mereka dapatkan harta yang mereka anggap adalah sebuah kerja keras mencari nafkah untuk keluarga. Sketsa-sketsa ini saya dapat hanya karena saya melihat dan mengamati. Sketsa terdekat yang saya amati datang dari seseorang yang kebetulan keluargaku. Iya dia notabenenya adalah orang sukses dijakarta. Dirut BUMN mana yang tidak kenal beliau penghasilan yang tinggi, pangkat dan jabatan yang mungkin sangat diidam2kan oleh banyak orang. Hampir tiap taun saya mengamati keluarga beliau selalu mengadakan umroh bersama. Tapi apakah anda tahu darimana uang itu ia dapatkan. Bukan karena saya su’udzon tapi memang setelah saya tinggal dijakarta saya juga mengamati bagaimana jalannya sebuah project pemerintah ternyata selalu ada pelicinnya agar project tersebut bisa menang. Beranjak dari situ aku mulai paham darimana beliau mendapatkan uang untuk membiayai perjalanan umroh dan haji keluarga2ku. Dan sekarang mana ada bangkai yang tak kan tercium pepatah ini cocok untuk beliau. Sekarang dia sedang terlilit kasus dimana kasus yang sangat heboh di publik ini karena melibatkan sebuah partai besar pemenang pemilu. Iya dia sedang tersandung batu kalo istilah saya memaknai perjalanan hidupnya. Tapi skesta pun aku dapat dimana tempatku kerja. Ya bagaimana sebuah perusahaan ingin memenangkan sebuah tender mereka harus merogoh kocek untuk memberikan kepada instansi yang berwenang . Ya Entertain nama dari kasus terselubung ini. Bukan hanya di tempatku bekerja saja ternyata masih banyak tempat di jakarta ini yang mengunakan praktek yang sama agar dapat memenangkan project. Bahkan jika anda tahu sebuah mobil bisa anda dapatkan bila nilai dari project itu lebih > 100M. Yang masih jadi sebuah pertanyaan besarku sampai saat ini adalah “Bagaimana jika seorang karyawan digaji dari hasil melakukkan praktek terselebung tersebut agar dapat memenagkan project, Apakah uang yang didapat itu halal ato haram?” Ya hampir semua project dipemerintahan menurutku haram karena tidak akan lepas sebuah project itu dengan namanya saling suap. Aku heran kenapa mereka melakukan semua itu hanya untuk kepuasan pribadi. Ya walaupun mereka rajin sholat, puasa, seorang santri, tahajjud, dan beramal. Tapi mereka belum tentu bersih mereka menafkahi keluarga mereka dengan hasil yang didapat dari perbuatan curang. Apa mereka tidak pernah melihat ini…

IMG_20130210_135103

Ya gambar tersebut saya ambil sewaktu saya jalan didaerah citraland. Asal anda tahu disana banyak sekali anak dibawah umur tidur dijalan. Ya mereka berlarian kesana-kemari tanpa rasa takut dijalan banyak kendaraan. Mungkin karena mereka sudah enggan untuk hidup bahkan mungkin mereka ingin segera menghakiri hidup didunia ini karena tidak kuat hidup di kerasnya kehidupan jakarta. Pernah saya berjalan kemudian saya melihat banyak anak bermain ditengah jalan. Anak-anak itu menganggu jalanku dan beberapa orang lain. Beberapa orang lain tersebut mengatakan kepada mereka untuk menyingkir dari jalanan karena menganggu tapi tidak ada respon dari anak-anak tersebut. Mungkin karena mereka merasa hidup dsini tanpa aturan. Kemudian salah satu dari beberapa orang itu mengeluarkan kata-kata seperti ini “Ah dasar anak preman, paling juga gedenya jadi preman”. Mungkin kosakata itu tidak salah tapi apa anda pernah sadari mereka anak-anak yang sama sekali tak tahu mengenai masalah yang dihadapi orang tuanya. Mereka hanya seorang anak kecil yang lugu karena mereka terlahir kedunia sama seperti kita. Tapi karena kerasnya hidup dijakarta maka mereka terpaksa menjadi seperti itu. Yang menjadi pembanding dsini jika saya melihat orang-orang ini yang rela tidur dijalanan dan orang yang memang dikaruniai Oleh Allah SWT ini untuk memimpin negeri. Ya orang dikaruniai oleh Allah SWT dengan kebahagian ini tidak akan pernah melihat derita kaum yang berada dibawahNya. Mereka tetap memikirkan diri sendiri dan keluarganya. Mereka memperkaya diri mereka dengan suap-menyuap, praktek2 curang dan lain-lain. Tapi mereka tidak pernah menghiraukan masyarakat yg berada digaris ini. Jika saya balik apakah pantas seorang anak yang lugu dan terlahir tanpa dosa dikatakan “Ah dasar anak preman, paling juga gedenya jadi preman” Bukannya ini salah dari mereka yang memimpin negeri ini. Mereka hanya ingin membentuk dinasti jika kita analogikan dengan cerita kerjaan china. Sebagai contoh jika anak seorang pejabat salah satu BUMN ingin memasukkan anaknya ke perusahaan itu dengan sangat mudah dengan jalur koneksi. Ya Indonesia masih mengenal sistem seperti itu Walaupun disetiap slogan di setiap test BUMN tidak ada KKN. Tapi apa buktinya hampir semua BUMN pasti ada anak penjabat yang notabennya bapaknya adalah petinggi.

#hahaha cerita panjang kali lebar tw ne kosakata dah bener pa ndak….dan karena saya mengalami kebuntuan saat menulis maka saya putusin bwt nerusin di part 2 kalo saya masih ada ide menulis…karena blank…hehehe

#Diatas bukan maksud untuk menyinggung siapapun, jika ada yg merasa tersinggung comment agar saya perbaiki…:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s