Terheran….”Ah Bawel Lu”

Terheran saat seorang ayah mengatakan “Ah Bawel Lu” disalahsatu tempat makan. Waktu temanku mengajakku untuk makan disalahsatu tempat makan yang belum pernah aku datangi. Kata temenku ayo makan nasi goreng didaerah mana saya gak tahu itu yang jelas arah ke jalan otista. Saat tiba ditempat makan tersebut aku sempat enggan makan ditempat itu karena kondisi tempat hehehe…agak kotor. Tapi karena temanku bersikeras makan ditempat itu maka kamipun makan ditempat itu. Pada saat aku makan memang kondisi warung tersebut sepi tanpa ada seorangpun yang sedang makan ditempat itu. tapi disana terdapat seorang bapak2 yang saya kira itu adalah bapak penjual nasi goreng. Pada saat itu dia sedang menggoreng nasi padahal notabennya disana tidak ada satupun calon pembeli. Sempat aku ingin bertanya langsung kepada pak penjual “sedang ada pesanan pak” tapi karena pak penjual memasang muka masam jadi saya enggan menanyakan untuk siapa itu. Kamipun memesan 2 buah nasi goreng dan minuman tentunya. Karena pak penjual lagi sibuk dsana kamipun duduk ternyata didalam tempat makan itu terdapat seorang nenek2 tua dan seorang anak kecil. Akupun mengira kalo nenek tersebut paling pesuruh dari bapak penjual. Kamipun duduk kemudian minumanpun datang nenek2 itu yang membawakan minuman pesanan kami tersebut. Disana kulihat anak laki-laki duduk sedang menonton tv. Kemudian bapak penjualpun selesai memasak yang saya kira itu pesanku dan temanku tetapi ternyata itu bukan pesanku. Nah disana aku melihat sebuah adegan dimana ternyata bapak itu adalah bapak dari anak yang sedang menonton tv tersebut. Bapak itupun menghampiri anak tersebut kemudian memberi makanan yang barusan ia masak. Disitupun aku dah mulai melihat kekasaran dari bapak tersebut karena dia memberikan piring kepada anak itu dengan cara yang kasar. Tetapi bukan berhenti disitu saja anak pun meminta hal yang lain dari bapaknya lalu aku mendengar dia berkata “AH BAWEL LU” terhadap anak tersebut.

Untitled

Aku mulai berfikir ini orang tua tidak pernah mengerti tentang mendidik anak ya….padahal aku yang belum berkeluarga pun tahu bahwa usia itu anak masih dalam usia golden age. Dimana pada usia tersebut anak akan memasukan semua hal baru kedalam memoriny sehingga pada saat dewasa nanti memory tersebut masih melekat kuat diingatanya. Aku sempat berfikir apa jadinya nanti anak tersebut setelah dewasa. Anak itu pasti tumbuh menjadi anak pembangkang terhadap orang tuanya karena sejak kecil mereka sudah didik seperti itu. Kata-kata yang harusnya tidak boleh dikeluarkan pada anak seusia dia tapi bapaknya sudah mengajarnya. Entah apa karena faktor ekonomi di indonesia ini yang menjadikan sebuah dilema di masyarakat sehingga mereka melimpahkan kepada anaknya ato masalah lain. semoga bangsa ini terhindar dari koruptor yang hanya memperkaya diri tanpa melihat orang-orang dibawah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s