Langkah-langkah dalam pengembangan software..

Setau saya proses pengembangan software yg benar ada beberapa tahap salah satu diantara yang sudah umum yaitu waterfall. Waterfall sendiri mempunyai pengertian air terjun, kenapa air terjun karena proses dan langkah-langkah dalam pengembangan software urut dari atas ke bawah.metode waterfall sendiri sering disebut juga classic life cycle.

lalu tahapan apa saja yang dilakukan di waterfall tersebut adalah sebagai berikut :
1. Scope
Scope atau jangkuan dimana luas jangkauan software yang akan digunakan.
2. Software Requirement (Kebutuhan Perangkat Lunak)
Software requirement adalah software apa saja yang akan dibutuhkan dalam proses pengembangan.
3. Analisa
Proses dimana kita menganalisa/membayangkan apa yang dapat dilakukan software kelak.
4. Perancangan
Perancangan adalah proses dimana kita merancang struktur dari software yang akan kita buat.
5. Implementasi
Implementasi adalah proses melaksanakan,eksekusi, atau praktek dari rencana, metode, atau desain dalam pengembangan perangkat lunak.
6. Pengujian.
Pengertian pengujian sendiri adalah untuk mengetahui kecacatan produk sebelum diberikan ke konsumen. pengujian sendiri dibagi menjadi dua yaitu :
1. Black box testing
Black box testing memperlakukan pengujian perangkat lunak sebagai “kotak hitam” – tanpa pengetahuan tentang pelaksanaan internal.

2. White box testing
White box testing adalah ketika penguji memiliki akses ke struktur data internal dan algoritma termasuk source code.

Diatas adalah langkah-langkah yg digunakan dalam proses pengembangan software dengan metode waterfall. Dengan mengunakan sistem waterfall akan lebih terarah daripada proses pengembangan software yang tidak mengunakan sama sekali metode. masih ada lagi macam pengembangan software yang dapat dilakukkan yaitu dengan metode protyping.

Prototype sendiri adalah sebuah pengembangan software yang dilakukkan dengan secara kontinue(menurut pengetahuan saya) jadi semua proses dapat ditambahkan saat melakukkan proses pengembangan. metode ini memang sangat disukai oleh pengembangan tapi metode ini diperlukan koordinasi yang baik antara team karena metode dapat terus berkembang seiring dengan proses pengembangan. prototype sendiri mempunyai tahapan sebagai berikut :
1. Pengumpulan kebutuhan
Pelanggan dan pengembang bersama-sama berdikusi untuk menjabarkan format seluruh perangkat lunak, mengidentifikasi semua kebutuhan , dan garis besar sistem yang akan dibuat.

2. Membangun prototyping
Mulai membuat prototyping dengan membuat perancangan sementara yg berfokus pada penyajian kepada pelanggan.
3. Evaluasi prototyping
Evaluasi ini dilakukan oleh pelanggan apakah prototyping yang sudah dibangun sudah sesuai dengan keinginann pelanggan. Jika sudah sesuai maka langkah 4 akan diambil. Jika tidak prototyping direvisi dengan mengulangu langkah 1, 2 , dan 3.

4. Mengkodekan sistem
Dalam tahap ini prototyping yang sudah di sepakati diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman yang sesuai

5. Menguji sistem
Setelah sistem sudah menjadi suatu perangkat lunak yang siap pakai, harus dites dahulu sebelum digunakan. Pengujian ini dilakukan dengan White Box, Black Box, Basis Path, pengujian arsitektur dan lain-lain

6. Evaluasi Sistem
Pelanggan mengevaluasi apakah sistem yang sudah jadi sudah sesuai dengan yang diharapkan . Jika ya, langkah 7 dilakukan; jika tidak, ulangi langkah 4 dan 5.
7. Menggunakan sistem
Perangkat lunak yang telah diuji dan diterima pelanggan siap untuk digunakan.

Dengan mengunakan prototyping kita dapat melihat keunggulan dan kelemahan, diantaranya adalah:
Keunggulan :
1. Adanya komunikasi yang baik antara pengembang dan pemesan.
2. Pekerja dapat lebih baik dalam menentukkan kebutuhan pelanggan.
3. Lebih menghemat waktu pengembang.
4. Penerapan akan lebih mudah karena pengembangan tahu apa yang diinginkan oleh pemesan.

KELEMAHAN
1. Pelanggan kadang tidak melihat atau menyadari bahwa perangkat lunak yang ada belum mencantumkan kualitas perangkat lunak secara keseluruhan dan juga belum memikirkan kemampuan pemeliharaan untuk jangja waktu lama.

2. Pengembang biasanya ingin cepat menyelesaikan proyek. Sehingga menggunakan algoritma dan bahasa pemrograman yang sederhana untuk membuat prototyping lebih cepat selesai tanpa memikirkan lebih lanjut bahwa program tersebut hanya merupakan cetak biru sistem .

3. Hubungan pelanggan dengan komputer yang disediakan mungkin tidak mencerminkan teknik perancangan yang baik

Dengan mengunakan langkah-langkah dalam pengembangan software diharapkan pengembang dan konsumen akan tahu bagaimana proses dan perangcangan yang baik. Dengan mengunakan langkah-langkah yang benar maka software pun akan berjalan sesuai dengan yang diinginkan oleh konsumen..:D

Cukup sekian celoteh dari saya mengenai langkah-langkah dalam pengembangan software yang baik. Mungkin ini juga sedikit pengalaman saya dulu pernah ingin mengunakan metode protype tapi karena setelah berkonsultasi dengan dosen saya akhirnya saya mengunakan metode waterfall…hehehe.., Oh iya bagi yang belum mengunakan langkah-langkah yang baik dalam pengembangan software harap dibaca ulang buku kuliahnya…:p..satu lagi yang lupa ini postingku setelah sekian lama tidak posting diakibatkan kejagalan2 tertentu…, jika ada tulisan2 yang tidak berkenan mohon maaf.

One thought on “Langkah-langkah dalam pengembangan software..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s