Penjual SALOME pembangkit semangatku..!!

Mungkin pengalaman ini tidak terjadi pada setiap orang atau bahkan sebaliknya. Mungkin banyak orang berpikir bahwa lulus dengan predikat cumlaude atau ipk > 3,5 baik di universitas negeri maupun swasta itu pasti menjanjikan. Ditambah lagi bagi mahasiswa negeri yang lebih benefit daripada mahasiswa swasta, dimana pandangan perusahaan akan cenderung memilih mahasiswa negeri terlebih dahulu daripada mahasiswa swasta. Selain itu, bagi mahasiswa yang mempunyai predikat cumlaude biasanya akan mendapat tawaran dimana-mana bahkan sudah direkomendasikan sang dosen untuk bekerja di perusahaan mitra kerja universitasnya.
Tapi semuanya itu tergantung dengan apa yang dicita-citakan oleh sang pencari kerja / fresh graduate. Misal seperti saya yang ingin sekali bekerja di jakarta karena ada sebuah mimpi yang ingin saya kejar. Sehingga rekomendasi dosen pun tidak dihiraukan, yang penting kerja di Jakarta atau kerja ditempat tujuan saya. Mungkin ini adalah sikap idealisme yang ada pada setiap fresh graduate. Tapi delapan bulan pun sudah berlalu setelah saya mendapatkan gelar sarjana. Delapan bulan juga yang membuat saya bingung kemana harus menetukkan arah serta apakah jalan yang saya tempuh itu benar atau tidak.
Sudah saya jalani test di berbagai perusahaan walaupun itu bukan tempat kerja yang saya idam-idamkan, tapi itupun gagal. Entah apa penyebab dari kegagalan saya, apa mungkin memang karena kompetensi saya yang kurang atau ada sebab lainnya. Sampai saya berpikir apakah target yang sudah saya tetapkan untuk bekerja di Jakarta benar atau tidak.…
Selain gagal pada saat test, saya pun menolak beberapa tempat kerja yang bahkan sudah mau menerima saya tanpa test. Karena gaji yang kecil, tempat kerja yang terasing dan lokasi yang bukan di Jakarta saya pun menolaknya. Tapi 8 bulan ini juga yang membuat semangat saya mulai down bahkan semangat untuk mengejar mimpi saya pun hampir sirna ditelan waktu. Kini perasaan saya hampir bercampur antara putus asa dan penyesalan karena saya tidak menerima tawaran kerja yang dulu pernah menghampiri.

Sampai pada suatu saat saya tidak sengaja mendengar “tolet…tolet…tolet…”, dari luar rumah. Saya pun melihat jam dinding di atas televisi. Haaaaaaaaaaaa, sontak!!! saya terkejut melihat jam berada pada pukul 2:30 dini hari. Diam-diam saya mengintip dari dalam rumah dan saya melihat sepasang kaki kecil dengan sebuah sepeda mini milik penjual salome. Didepan rumah saya pun penjual itu berhenti karena seorang pembeli yang memesannya. Disaat itu saya hanya berdiri sambil merenung “kenapa saya memilih-milih pekerjaan???”, coba bandingkan dengan penjual salome itu dengan kaki yang pendek dan sepeda mini, dia bekerja hingga pukul 2:30 dini hari. Lalu saya pun memposisikan diri, seandainya saya jadi dia, apa saya dapat memilih-milih pekerjaan sesuka hati??? Jelas jawabannya pasti ‘tidak mungkin’ karena keahlian yang dimiliki cuma satu yaitu membuat salome. Kenapa saya yang anugrahi oleh Allah SWT, anggota tubuh yang hampir sempurna harus menyerah dan putus asa untuk mengejar impian saya.
Saya teringat pepatah “Masih banyak jalan menuju roma” yang menyadarkan saya bahwa tidak harus bekerja di sebuah big company ataupun perusahaan terkenal karena memang belum mempunyai pengalaman yang cukup. Suatu saat saya pasti bisa masuk perusahaan yang saya idam-idamkan. Pertemuan saya dengan penjual salome inilah yang membuat semangat saya kembali berkobar-kobar seperti nyala semburan kawah gunung merapi. Mulai malam itu, saya pun berjanji tidak akan memilih-milih tempat kerja lagi. Saya harus bekerja sebelum 1 tahun fresh graduate saya berakhir…SEMANGAT !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s